in

Review Sinopsis Film Joker (2019), Awal Kehidupan Pahit Penjahat Legendaris

Joker adalah salah satu karakter penjahat paling ikonik dalam jagat sinematik DC, bahkan mungkin juga dalam sejarah perfilman. Karakternya sangat unik dan berbeda dibanding para penjahat lain. Tak seperti penjahat pada umumnya, Joker memiliki penyakit mental yang menyebabkan ia mampu melakukan segala tindak kejahatannya dengan nekat dan tanpa akal sehat.

Karakter Joker telah muncul di dalam berbagai film produksi DC terdahulu dan selalu diperankan oleh aktor yang berbeda dalam filmnya. Ia tampil dalam trilogi The Dark Knight (2008) dari seri film Batman dan dalam film Suicide Squad (2016). Joker sendiri terkenal sebagai musuh utama dari salah satu tokoh pahlawan dalam DC Comics, yaitu Batman atau Bruce Wayne.

Meski begitu, berbeda dari film-film sebelumnya, film Joker (2019) justru berusaha untuk menceritakan latar belakang yang menjelaskan awal mula Joker menjadi penjahat. Karakter sentral dalam film ini adalah Arthur Fleck, seorang komedian gagal yang di kemudian hari menyebut dirinya sebagai Joker dan terlibat dalam sejumlah tindakan kriminal.

Todd Phillips menjadi sutradara dari film Joker. Ia juga menulis naskah film ini bersama Scott Silver. Meski karakter Joker murni didasarkan dari penggambaran tokoh ini dalam DC Comics, Todd Phillips dan Scott Silver membuat adaptasi lepas tentang latar belakang Joker yang berbeda dari komiknya. Mereka justru terinspirasi dari dua film karya sutradara ternama Martin Scorsese, yaitu Taxi Driver (1976) dan The King of Comedy (1982).

Sejumlah perusahaan yang bekerjasama memproduksi film Joker, meliputi Warner Bros. Pictures, DC Films, Joint Effort, Bron Creative, dan Village Roadshow Pictures. Distribusi atas film ini juga dikelola oleh Warner Bros. Pictures.

Joker menampilkan aktor kawakan Joaquin Phoenix sebagai sang karakter utama, Joker atau Arthur Fleck. Para pemain lain dalam film Joker di antaranya yakni Robert De Niro yang berperan sebagai Murray Franklin, Zazie Beetz sebagai Sophie Dumond, Frances Conroy sebagai Penny Fleck, Brett Cullen sebagai Thomas Wayne, Glenn Fleshler sebagai Randall, Leigh Gill sebagai Gary, serta Dante Pereira-Olson sebagai Bruce Wayne.

Film ini menggelar premiere-nya di Festival Film Internasional Venice ke-76 pada 31 Agustus 2019, dan memenangkan penghargaan The Golden Lion. Film berdurasi 122 menit ini lalu dirilis secara luas pada 4 Oktober 2019.

Joker menjadi film yang paling banyak meraih nominasi dalam gelaran The Academy Awards ke-92, dengan 11 nominasi. Film ini akhirnya memenangkan kategori Best Actor untuk penampilan Joaquin Phoenix dan Best Original Score untuk musik karya Hildur Guðnadóttir.

Secara komersial, film Joker juga mencetak sejarah dengan menjadi film berating R pertama yang berhasil memperoleh pendapatan hingga lebih dari $1 milyar. Film ini juga menjadi salah satu produksi DC yang paling menguntungkan bagi studio tersebut, dengan menempati urutan ke-31 sebagai film berpendapatan terbesar sepanjang sejarah.

Nah, buat kamu yang belum sempat menonton film Joker, berikut ini adalah sinopsis dari film tersebut.

Sinopsis Film Joker

Film Joker mengambil latar di kota fiktif Gotham City, yang juga merupakan latar bagi sebagian besar seri komik Batman, pada tahun 1981. Seorang pria miskin dengan gangguan mental bernama Arthur Fleck yang punya impian menjadi komedian profesional menjalani hari-harinya sebagai badut sewaan. Ia tinggal bersama ibunya, Penny, yang sakit-sakitan.

Arthur tak pernah menyukai orang-orang di Gotham City. Kota itu dipenuhi dengan ketimpangan sosial. Orang-orang kaya yang berkuasa tak peduli dan bahkan kerap bertindak seenaknya pada warga miskin. Tingkat pengangguran dan kriminalitas di kota itu juga tinggi.

Sementara itu, Arthur yang tidak punya cukup uang untuk berobat, mengandalkan layanan sosial untuk menyembuhkan penyakit mentalnya. Gangguan mental yang dialami Arthur adalah ia kerap tertawa tanpa alasan, sehingga membuat orang-orang lain di sekitarnya takut dan menjauhinya.

Suatu hari, saat sedang bekerja, Arthur diserang oleh sekelompok orang iseng yang menghina lalu melakukan kekerasan padanya. Salah satu rekan Arthur di tempat kerjanya, Randall, lalu pura-pura bersimpati dengan memberikan Arthur sebuah senjata api. Ia mengatakan bahwa Arthur bisa menggunakannya untuk membela diri jika ada orang yang mengganggunya lagi.

Namun, saat ia sedang bekerja untuk menghibur para pasien di sebuah rumah sakit untuk anak-anak, Arthur tanpa sengaja menjatuhkan pistolnya. Ia berkilah bahwa pistol itu hanya bagian dari pertunjukan. Tetapi, Randall melapor pada bos mereka dan mengatakan bahwa pistol itu memang milik Arthur sendiri. Arthur pun dipecat dari pekerjaannya.

Dalam perjalanan pulang, tiga orang pegawai perusahaan Wayne merundung Arthur yang masih berpakaian badut. Saat mereka mulai mengganggu secara fisik, Arthur pun mempertahankan diri dengan menembak mereka.

Peristiwa ini memecah Gotham menjadi dua kelompok masyarakat. Para warga kaya, yang diwakili oleh walikota Thomas Wayne mengutuk perbuatan si badut pembunuh misterius. Di sisi lain, aksi Arthur justru membangkitkan pemberontakan besar-besaran di seluruh Gotham dari kalangan rakyat miskin. Mereka menjadikan badut sebagai simbol pemberontakan.

Kota Gotham semakin jatuh, dan layanan sosial pun dihentikan. Arthur yang tidak lagi bisa mendapatkan pengobatan gratis pun semakin tertekan. Ia bertransformasi menjadi sosok Joker yang lebih nekat. Ia bahkan memberanikan diri untuk mencium tetangganya, Sophie, yang telah menarik perhatiannya.

Arthur juga pada akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar acara komedi tunggal. Tetapi, pada saat ia tampil, penyakit mental Arthur kambuh. Hal ini membuat ia tertawa tak terkendali hingga tak ada lelucon yang berhasil ia sampaikan. Rekaman kegagalan Arthur ini diolok-olok dalam program televisi yang dipandu oleh Murray Franklin, komedian idola Arthur.

Sementara itu, Arthur menemukan sebuah surat lama yang ditulis oleh ibunya pada Thomas Wayne, yang dulu merupakan mantan bosnya. Dari surat itu, Arthur mengetahui bahwa ia adalah anak kandung hasil hubungan terlarang antara Penny dan Thomas.

Dalam sebuah kesempatan, Arthur akhirnya bisa berbicara langsung dengan Thomas. Ia menanyakan kebenaran isi surat Penny. Thomas menampiknya dengan mengatakan bahwa Penny punya riwayat penyakit mental dan bahwa Arthur justru adalah anak adopsi Penny.

Arthur lalu mengunjungi Arkham State Hospital tempat ibunya dulu pernah dirawat. Ia lalu mencari berkas rekam medis Penny. Berkas itu mengatakan bahwa Arthur memang anak adopsi Penny. Selain itu, disebutkan juga bahwa Penny dulu pernah membiarkan mantan kekasihnya menyiksa dirinya dan Arthur yang masih kecil.

Saat Arthur menanyakan ini pada ibunya, Penny justru menyanggah informasi tersebut. Ia mengatakan bahwa dulu ia dipaksa oleh Thomas Wayne untuk memalsukan status adopsi Arthur karena Thomas tidak ingin orang-orang tahu bahwa ia berhubungan dengan Penny yang miskin.

Arthur yang terpukul lalu pulang dan tanpa sadar masuk ke apartemen Sophie tanpa izin. Namun, bukannya menyambut Arthur, Sophie justru ketakutan dan mengusir Arthur. Rupanya, hubungan di antara mereka selama ini hanya ada di bayangan Arthur saja.

Keesokan paginya, Arthur datang ke rumah sakit tempat ibunya dirawat. Ia lalu mengambil bantal dan membekap ibunya dengan bantal itu hingga kehabisan napas dan meninggal.

Sementara itu, rekaman pertunjukan komedi tunggal Arthur yang gagal menjadi populer dalam acara Murray. Hal ini membuat para kru acara televisi yang dibawakan oleh Murray berniat mengundang Arthur untuk datang langsung ke studio dan melakukan siaran langsung.

Arthur yang telah mengetahui bagaimana ia sebenarnya dipermalukan di acara Murray pun setuju untuk datang. Saat hendak bersiap pergi, Randall dan Gary, dua rekan Arthur di tempat kerja lamanya dulu mengunjunginya.

Sebagai balasan atas perlakuan Randall kepadanya, Arthur lalu menembak Randall dengan sadis. Gary yang dulu bersikap baik pada Arthur dibiarkannya pergi tanpa satu luka pun.

Dalam perjalanan menuju studio, Arthur diikuti oleh dua polisi detektif yang telah mencurigai keterlibatannya dalam pembunuhan tiga pegawai perusahaan Wayne. Mereka berusaha mengejar Arthur hingga ke dalam kereta.

Tetapi, Arthur yang mengenakan pakaian badut pun dengan mudah menyamar bersama para demonstran yang juga menggunakan kostum badut sebagai simbol protes mereka. Salah satu dari polisi itu pun tanpa sengaja menembak salah satu demonstran dan memicu kerusuhan. Insiden ini memberikan waktu bagi Arthur untuk lolos dari kejaran polisi.

Arthur datang ke studio itu dengan sebuah rencana gila yang telah ia susun dalam pikirannya. Ia meminta agar Murray memperkenalkannya dengan nama “Joker”, sebagai sindiran atas cacian yang digunakan oleh Murray sebelumnya saat mengulas video rekaman penampilan Arthur.

Acara pun mulai disiarkan secara langsung. Murray menanyakan sejumlah pertanyaan pada Arthur. Namun, ia kemudian mulai melontarkan sejumlah lelucon yang terasa janggal dan tidak wajar. Ia lalu mengaku bahwa ia adalah orang yang membunuh tiga pegawai perusahaan Wayne di kereta api.

Arthur kemudian membuat sebuah pidato emosional mengerikan yang menyoroti tentang ketidakadilan yang harus diderita oleh masyarakat miskin dan lemah di kota itu. Ia secara mengejutkan lalu menembak kepala Murray dalam acara televisi yang masih disiarkan secara langsung itu.

Polisi lalu segera datang untuk menangkap Arthur. Di sisi lain, aksi Arthur itu memicu pemberontakan besar-besaran yang pecah di berbagai bagian kota.

Salah satu pemberontak lalu menghadang Thomas Wayne dan keluarganya yang sedang berjalan di sebuah lorong. Ia menembak Thomas dan istrinya, dan membiarkan putra mereka, Bruce Wayne, tetap hidup.

Para pemberontak yang mengendarai sebuah mobil ambulans lalu dengan sengaja menabrakkan mobil mereka ke arah mobil polisi yang sedang membawa Arthur. Arthur pun sempat bebas dan melangkah keluar dari mobil. Ia lalu naik ke atas mobil dan menari di atasnya, diiringi sorak sorai dari para pemberontak yang mendukung Arthur.

Pada akhirnya, Arthur ditangkap dan dimasukkan ke dalam Rumah Sakit Arkham. Di sana, Arthur nampak sedang berbicara dengan seorang psikiater. Ia lalu tertawa pada leluconnya sendiri. Saat sang psikiater terlihat kebingungan, Arthur mengatakan bahwa ia takkan pernah memahami lelucon Arthur. Bagian akhir film lalu menunjukkan Arthur yang kabur dari rumah sakit dengan jejak kaki berlumuran darah.

Demikian lah sinopsis dari film Joker.

Dengan banyaknya apresiasi yang telah diterima film ini, jangan sampai melewatkan Joker dalam daftar tontonanmu, ya!

 

Sumber foto: Warner Bros. Pictures

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Written by Adelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Sinopsis Little Women (2019), Emansipasi 4 Wanita Mengejar Impian

Review Film City of Angels, Malaikat Jatuh Cinta Pada Manusia