in

Review Sinopsis Film Spider-Man 2: Far From Home, Spider-Man Menyelamatkan Eropa

Kisah superhero sang manusia laba-laba Spider-Man telah berulang kali diadaptasi dalam bentuk live action. Mulai dari trilogi Spider-Man arahan sutradara Sam Raimi yang dibintangi oleh Tobey Maguire, dua seri film Amazing Spider-Man produksi Sony Pictures yang menampilkan Andrew Garfield, hingga yang terbaru adalah seri film Spider-Man yang terintegrasi dalam Marvel Cinematic Universe dan dibintangi oleh Tom Holland.

Sebagai catatan, Spider-Man merupakan salah satu karakter superhero paling populer ciptaan Marvel Entertainment. Studio film ini adalah perusahaan yang menaungi adaptasi film dari karakter superhero dalam komik Marvel

Mereka juga adalah kreator Marvel Cinematic Universe, semesta film yang dibangun dalam tema superhero di mana kisah antar para karakternya saling berkaitan satu sama lain. Karakter Spider-Man sendiri diciptakan oleh komikus legendaris Stan Lee dan Steve Ditko dan pertama kali muncul dalam komik-komik klasik Marvel yang dipublikasikan pada abad ke-20.

Sejauh ini, baru terdapat dua film dalam seri adaptasi terbaru dari film Spider-Man tersebut. Filmnya yang terakhir adalah Spider-Man 2: Far From Home yang masih melanjutkan kisah dari film pertamanya Spider-Man: Homecoming (2017). Film ini dirilis secara luas pada 2 Juli 2019, setelah melakukan pemutaran perdananya di TCL Chinese Theatre, Cina, pada 26 Juni 2019.

Rencana untuk membuat sekuel dari film Spider-Man: Homecoming telah mulai dilakukan bahkan sebelum perilisan film pertamanya, yakni sejak Oktober 2016. Produksi sekuel dari Spider-Man: Homecoming pun akhirnya dimulai sejak akhir 2017. Dalam film sekuel ini, sutradara, penulis naskah, dan para pemeran utama dalam film pendahulunya kembali dilibatkan.

Terdapat tiga perusahaan yang bekerjasama dalam produksi film Spider-Man 2: Far From Home, yaitu Columbia Pictures, Marvel Studios, dan Pascal Pictures. Sony Pictures Releasing, di sisi lain, menjadi distributor dari film berdurasi 129 menit ini. Film Spider-Man: Far From Home kembali disutradarai oleh Jon Watts, berdasarkan naskah yang ditulis oleh Chris McKenna serta Erik Sommers.

Para pemain dalam film Spider-Man 2: Far From Home, di antaranya yakni Tom Holland yang berperan sebagai Peter Parker atau Spider-Man, Samuel L. Jackson sebagai Nick Fury, Zendaya sebagai MJ atau Michelle Jones, Cobie Smulders sebagai Maria Hill, Jon Favreau sebagai Harold “Happy” Hogan, J. B. Smoove sebagai Julius Dell, Jacob Batalon sebagai Ned Leeds, Martin Starr sebagai Roger Harrington, Marisa Tomei sebagai May Parker, serta Jake Gyllenhaal sebagai Quentin Beck atau Mysterio.

Film Spider-Man 2: Far From Home menjadi film kedua puluh tiga yang diproduksi dalam seri Marvel Cinematic Universe. Film ini juga menjadi film terakhir yang menutup Fase 3 rangkaian kisah para superhero Marvel setelah akhir peristiwa di film Avengers: Endgame (2019). Film ketiga yang akan melanjutkan kisah dari film Spider-Man 2: Far From Home rencananya akan dirilis pada 5 November 2021.

Berikut adalah sinopsis film Spider-Man 2: Far From Home.

Sinopsis Film Spider-Man 2: Far From Home

Bagian awal film menunjukkan sebuah tempat di Ixtenco, Meksiko, yang tampak porak poranda oleh suatu kekuatan yang menyerupai badai. Nick Fury dan Maria Hall, dua mantan petinggi S.H.I.E.L.D. (dalam Marvel Cinematic Universe, S.H.I.E.L.D. adalah sebuah badan yang dibentuk untuk melindungi bumi dari serangan musuh berkekuatan super dan menjadi koordinator dari para superhero yang tergabung dalam The Avengers), mengamati bahwa bencana alam itu merupakan ulah dari Earth Elemental.

Earth Elemental adalah satu dari empat wujud The Elementalist, makhluk jahat tak teridentifikasi yang bisa mengendalikan tanah, air, udara, dan api. Di Meksiko, aksi Earth Elemental dihentikan oleh sosok pahlawan misterius, Quentin Beck.

Sementara itu, di New York City, segalanya kembali berjalan dengan normal setelah peristiwa di dua film terakhir Avengers. Orang-orang yang sempat menghilang selama lima tahun karena jentikan jari Thanos (tokoh antagonis utama dalam Fase 3 Marvel Cinematic Universe) atau peristiwa “The Blip” kembali ke bumi tanpa menua sedikit pun setelah perang melawan Thanos dan pasukannya yang dimenangkan oleh The Avengers.

Termasuk dalam salah satu tokoh penting yang kembali adalah Peter Parker atau Spider-Man. Peter adalah seorang remaja yang mendapatkan kemampuan super menyerupai kemampuan laba-laba setelah ia digigit oleh seekor laba-laba radioaktif.

Peter yang bersekolah di Midtown School of Science and Technology bersiap untuk mengikuti karyawisata bersama teman-teman sekelasnya selama dua minggu di berbagai kota di Eropa. Nick Fury berusaha menghubungi Peter yang merupakan bagian dari The Avengers, tetapi Peter sengaja mengabaikan telepon Fury.

Peter juga berencana untuk menyatakan perasaan pada teman sekelasnya yang sudah lama ia taksir, MJ, saat mereka tiba di Eropa nanti.

Peter dan kawan-kawannya pun berangkat menuju Eropa. Kota pertama yang mereka kunjungi adalah Venisia, Italia. Tetapi, saat tengah menikmati wisata, tiba-tiba air kanal Venice bergejolak dan muncullah Water Elemental yang menciptakan kekacauan.

Walau kesulitan menghadapi The Elementalist, Peter berusaha melindungi kawan-kawannya. Tetapi, kemudian muncul lagi sosok Quentin Beck di sana yang membantu mengalahkan Water Elemental.

Fury menyusul Peter ke Eropa untuk menyerahkan sebuah warisan dari Tony Stark, mantan mentor Peter yang telah menunjuk Peter sebagai penerusnya. Warisan itu berupa kacamata canggih yang dipanggil oleh Tony dengan nama “E.D.I.T.H.”.

E.D.I.T.H. adalah sebuah sistem artifical intelligence yang dapat mengakses sumber daya perusahaan teknologi Stark, termasuk satelit misil berdaya ledak tinggi yang bisa dikendalikan dari jarak jauh dan bisa ditembakkan dari tempat manapun di bumi.

Di markas Fury, Peter bertemu lagi dengan Quentin yang menggunakan julukan “Mysterio”. Ia mengaku datang dari semesta lain di luar bumi di tempat yang sama dengan asal The Elementalist.

Quentin juga mengatakan bahwa The Elementalist telah membunuh keluarganya dan ia bermaksud menghentikan kejahatan monster itu agar tidak membuat kerusakan di bumi sebagaimana yang dilakukan The Elementalist di planet mereka.

Fury menugaskan Peter untuk membantu Quentin menumpas The Elementalist, tetapi Peter menolaknya karena ingin menikmati karyawisatanya tanpa harus kembali bertugas sebagai superhero.

Tak kehabisan akal, Fury pun mengatur agar tujuan karyawisata Peter berikutnya diubah menjadi ke Praha, Republik Ceko, tempat yang menurut Mysterio akan menjadi lokasi kemunculan The Elementalist berikutnya.

Di Praha, Peter berusaha untuk mendekati MJ di sebuah pertunjukan opera, tetapi gagal karena The Elementalist kembali muncul malam itu. Kehadiran tak terduga monster itu membahayakan teman-teman sekelas Peter yang lain.

Peter akhirnya harus turun tangan dan menghadapi The Elementalist yang kini mengambil wujud sebagai Fire Elemental. Kali ini, ia sekali lagi dibantu oleh Quentin yang kemudian terluka parah demi memusnahkan monster itu.

Fury memutuskan bahwa The Elementalist ini benar-benar harus mulai disikapi secara lebih serius. Ia ingin agar Peter dan Quentin bersatu menghadapinya. Tetapi, setelah kejadian di Praha, Peter memandang dirinya tidak cukup kompeten untuk menghadapi The Elementalist.

Peter juga merasa bukanlah orang yang tepat untuk mewarisi E.D.I.T.H. yang super canggih. Oleh karena itu, ia meminta untuk bertemu dengan Quentin. Di sana, Peter mengalihkan akses E.D.I.T.H. pada Quentin karena ia merasa bahwa Quentin adalah sosok yang jauh lebih bertanggungjawab dibanding dirinya.

Setelah menerima E.D.I.T.H. dari Peter, kedok yang sebenarnya dari Quentin pun terungkap. Ternyata, ia bukanlah seorang superhero seperti yang selama ini ia klaim.

Quentin sebenarnya hanyalah pria biasa. Ia dulu bekerja sebagai ahli perancang ilusi holografi yang kemudian dipecat dari perusahaan teknologi Stark. Quentin lalu mengumpulkan para mantan karyawan perusahaan Stark yang lain dan menyusun rangkaian rencana jahat untuk memalsukan dirinya sebagai superhero terkenal agar ia mendapat kekuasaan.

The Elementalist juga tak lebih dari sekadar bayangan holografi yang diciptakan oleh Quentin dengan menggunakan drone canggih. Dengan memperoleh akses ke E.D.I.T.H., Quentin bisa semakin memperbesar aksinya.

Peter bertemu dengan MJ yang memberitahunya bahwa ia menemukan sebuah benda yang aneh di lokasi tempat kemunculan The Elementalist di praha. Benda itu nampak seperti sebuah drone yang bisa mengeluarkan proyeksi The Elementalist di udara kosong. Mereka berdua akhirnya menyadari bahwa ternyata semua kejadian itu hanyalah rekayasa dari Quentin semata.

Peter pun memutuskan untuk segera pergi ke Berlin, Jerman, untuk menemui Fury dan memberitahu informasi penting tersebut padanya. Di Berlin, ternyata “Fury” yang dijumpai oleh Peter termasuk ilusi optik dari Quentin juga. Peter tanpa sengaja memberitahu Fury palsu bahwa beberapa temannya juga mengetahui tentang ini.

Setelah Quentin mengetahui bahwa Peter telah berhasil membongkar kedoknya, ia lalu berusaha mencelakai Peter dengan menempatkannya dalam sebuah lingkungan rekayasa dengan menggunakan teknologi ilusi. Ia lalu berusaha melacak keberadaan teman-teman Peter yang lain untuk melenyapkan mereka.

Peter dimanipulasi oleh Quentin sehingga ia nyaris saja tertabrak oleh sebuah kereta yang sedang melaju dengan cepat. Tetapi, tanpa sepengetahuan Quentin, Peter akhirnya berhasil selamat.

Peter yang kebingungan mengenai apa yang harus ia lakukan selanjutnya lalu berusaha menghubungi Happy. Happy menjemput Peter dengan menggunakan pesawat pribadi perusahaan Stark. Di dalam pesawat, Happy menjelaskan bahwa teman-teman Peter untuk sementara ini aman dan mereka saat ini berada di London, Inggris.

Menggunakan perangkat canggih yang telah terpasang di dalam pesawat terbang itu, Peter juga membuat sebuah kostum Spider-Man baru dengan tambahan teknologi Stark. Ia memeprsiapkan diri untuk melawan Quentin Beck alias Mysterio.

Di London, Quentin, dengan bantuan E.D.I.T.H., mampu melakukan rekayasa yang lebih besar dengan menampilkan keempat wujud The Elementalist sekaligus.

Peter berusaha keras melawan ilusi yang diciptakan oleh Quentin. Setelah berhasil menghindari serangan drone dari Quentin, Peter lalu mengambilalih E.D.I.T.H. kembali. Dalam kejadian itu, Quentin akhirnya tewas terkena tembakan dari drone-nya sendiri.

Peter dan kawan-kawannya kembali ke New York. Kini, ia telah berkencan dengan MJ. Tetapi, kemudian tersiar sebuah rekaman di mana Quentin yang sekarat memfitnah bahwa Peter telah membunuhnya. Ia juga mengungkap identitas Peter sebagai sosok di balik Spider-Man.

 

Sekian ulasan dan sinopsis film Spider-Man 2: Far From Home.

Nah, seru, bukan? Film ini sangat pantang untuk dilewatkan kalau kamu menyukai film-film superhero produksi Marvel, terutama bagi para penggemar karakter Spider-Man.

Sumber foto: Sony Pictures Releasing

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Written by Adelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Sinopsis Film The Aeronauts (2019), Mencoba Bertahan Hidup di Balon Udara

Review Film Toy Story 4, Lanjutan Kisah Woody dan Kawan-Kawan Mainannya