in

Review Sinopsis Little Women (2019), Emansipasi 4 Wanita Mengejar Impian

Little Women adalah kisah legendaris yang ditulis dalam buku berjudul sama karya Louisa May Alcott. Sejak diterbitkan dalam dua volume pada tahun 1868 dan 1869, buku Alcott telah diadaptasi ke dalam berbagai bentuk karya lain, termasuk film. Yang terbaru, buku ini kembali diadaptasi ke dalam sebuah film produksi Amerika Serikat berjudul Little Women yang dirilis pada tahun 2019 lalu.

Film Little Women diproduksi oleh Columbia Pictures, Regency Enterprises, dan Pascal Pictures, serta didistribusikan oleh Sony Pictures Releasing. Sebagai sutradara sekaligus penulis naskah dari film ini adalah Greta Gerwig. Sebelumnya, nama Gerwig telah melambung berkat filmnya berjudul Lady Bird yang dirilis pada tahun 2017. Sebagai catatan, dalam dunia perfilman, Gerwig telah dikenal kerap mengangkat tema tentang emansipasi wanita dan feminisme dalam karya-karyanya.

Seperti Lady Bird yang berhasil masuk dalam nominasi “Best Picture” di ajang penghargaan film bergengsi The Academy Awards atau Oscars pada tahun 2018, Little Women pun kembali menorehkan prestasi yang sama untuk Greta Gerwig. Pada Oscars tahun 2020, Little Women meraih nominasi “Best Picture” serta lima nominasi lain, di mana pada akhirnya film ini memenangkan nominasi untuk kategori “Best Costume Design”.

Film Little Women menampilkan jajaran nama aktor terkemuka Hollywood. Para aktor utama pemeran empat saudari yang menjadi sentral cerita dalam film ini adalah Saoirse Ronan (Lady Bird, Brooklyn, The Grand Budapest Hotel) yang berperan sebagai Josephine “Jo” March, Emma Watson (Harry Potter, Beauty and the Beast) sebagai Margaret “Meg” March, Florence Pugh (Midsommar, Lady Macbeth) sebagai Amy March, serta Eliza Scanlen (Sharp Objects, Babyteeth) sebagai Elizabeth “Beth” March.

Tak ketinggalan juga beberapa pemeran pendukung penting lain, yakni Laura Dern yang berperan sebagai “Marmee” March, Timothée Chalamet sebagai Theodore “Laurie” Laurence, Meryl Streep sebagai Aunt March, Chris Cooper sebagai Mr. Laurence, dan Tracy Letts sebagai Mr. Dashwood.

Sebagaimana kisah dalam bukunya, film Little Women mengambil latar masa lampau dan mengusung cerita tentang hubungan empat saudari ketika mereka mulai beranjak dewasa dan memilih jalannya masing-masing. Yang paling menarik dari film Little Women adalah tentang bagaimana keempat saudari itu saling menyayangi, meski keempatnya memiliki karakter dan keinginan yang berbeda di antara satu sama lain.

Sebagai anak tertua dalam keluarga itu adalah Meg yang digambarkan sebagai sosok yang anggun. Sementara itu, Jo adalah karakter gadis muda yang berjiwa bebas dan memiliki mimpi besar sebagai penulis sukses. Saudari ketiga, yaitu Amy, adalah sosok yang berani dan memiliki ketertarikan besar dengan seni melukis. Gadis paling bungsu dalam keluarga itu, Beth, adalah karakter yang bijak dan mahir bermain piano. Mereka hidup bahagia di bawah asuhan ibu mereka yang mereka panggil “Marmee”, sementara ayah mereka bertugas di medan perang.

Tetapi, hubungan para saudari ini mulai berubah ketika banyak peristiwa dan hal baru mulai terjadi dalam kehidupan mereka, serta mendewasakan setiap dari mereka melalui cara yang berbeda.

Tunggu apa lagi? Yuk, langsung aja kita intip sinopsis lengkap dari film Little Women berikut ini.

Sinopsis Film Little Women

Film Little Women menggunakan alur penceritaan campuran yang menyisipkan kilas balik dari masa lalu para tokohnya di sela-sela kejadian yang berlangsung. Sinopsis ini akan diceritakan sesuai urutan yang ditampilkan dalam film.

Awal film Little Women menampilkan karakter Josephine “Jo” March, seorang wanita muda dengan semangat tinggi untuk menjadi penulis terkenal, yang bekerja sebagai seorang guru di New York City pada tahun 1868. Jo menemui seorang editor tulisan bernama Mr. Dashwood untuk mengajukan karyanya agar bisa dipublikasikan.

Sementara itu, saudari Jo, Amy March, sedang berada di Paris, Prancis. Amy terlihat duduk di atas kereta delman bersama bibinya, Aunt March. Ketika kereta mereka melintasi jalanan kota, Amy secara sekilas melihat sosok kawan lama yang ia kenal sedang berjalan.

Ternyata benar bahwa sosok yang dilihatnya itu adalah Theodore “Laurie” Laurence, anak laki-laki yang telah menjadi teman akrabnya dan ketiga saudarinya semasa di kampung halaman mereka. Amy mengundang Laurie untuk datang ke sebuah pesta yang dihadiri oleh orang-orang kelas atas di Prancis, dan Laurie pun setuju.

Sayangnya, pada saat pesta itu berlangsung, Laurie datang dalam keadaan mabuk dan tiba-tiba menyindir serta mencemooh pilihan Amy untuk menjalin hubungan dengan seorang pengusaha kaya di Prancis yang bernama Fred Vaughn. Hal ini tentu membuat Amy geram dan akhirnya terjadilah pertengkaran di antara keduanya.

Film kembali menampilkan Jo March yang pulang ke rumah kosnya di New York dan bertemu dengan seorang profesor bernama Friedrich Bhaer. Melihat semangat dalam diri Jo dan karakternya yang menarik, Friedrich pun menaruh hati pada Jo.

Saat hubungan di antara mereka semakin akrab, Jo pun berinisiatif untuk menunjukkan tulisan yang ingin ia publikasikan pada Friedrich dan memintanya untuk memberikan pendapat yang jujur. Namun, ketika Friedrich memberi kritik yang konstruktif, Jo justru merasa terhina dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri persahabatan mereka.

Jo kemudian mendapatkan surat yang memberitahu bahwa adik bungsu mereka, Beth, jatuh sakit. Jo pun pulang ke kampung halamannya.

Film kemudian berganti menampilkan kilas balik pada tahun 1861 ketika Jo dan kakaknya, Meg, pergi untuk menghadiri sebuah pesta, di mana di sana lah Jo untuk pertama kalinya bertemu dengan Laurie, cucu dari tetangga mereka yang kaya, Mr. Laurence. Keduanya segera menemukan kecocokan pada satu sama lain dan menjadi teman akrab.

Di pagi Natal, ibu mereka yang biasa mereka panggil “Marmee” meminta gadis-gadis itu agar bermurah hati menyisihkan sebagian dari hidangan Natal mereka untuk tetangga mereka, Mrs. Hummel, yang lebih membutuhkan. Melihat kebaikan para gadis, Mr. Laurence membalasnya dengan mengirimkan satu meja penuh hidangan Natal lezat.

Jo lalu mengunjungi bibinya, Aunt March, seorang wanita yang punya standar tinggi tentang bagaimana seorang wanita seharusnya berperilaku. Meski kerap bersilang pendapat dengan Jo, Aunt March tiba-tiba mengatakan bahwa suatu hari nanti, ia akan mengajak Jo ikut serta dengannya ke Eropa. Jo yang selalu bermimpi untuk keluar dari kampung halamannya pun menjadi begitu senang.

Setelah kerap bertemu dengan anak-anak keluarga March, Laurie dan kakeknya pun menjadi dekat dengan mereka. Laurie yang telah akrab dengan Jo, akhirnya juga menjalin pertemanan erat dengan saudari-saudari Jo yang lain.

Suatu malam, Meg dan Jo pergi bersama Laurie dan John yang merupakan tutor Laurie, untuk menonton teater. Amy merasa iri karena tidak ikut diajak. Menumpahkan kemarahannya, ia membakar tulisan-tulisan Jo yang sangat berarti besar bagi Jo. Ketika ia pulang, Jo begitu murka melihat perbuatan Amy dan menolak permintaan maaf adiknya.

Keesokan harinya, Jo pergi untuk bermain ice skating dengan Laurie. Amy yang masih berusaha memperoleh maaf dari Jo pun berlari menyusul, meski ia tidak mahir bermain ice skating. Ketika lapisan es di danau itu retak, Amy terjatuh dan tak sadarkan diri. Jo segera menolongnya dan merasa menyesal atas sikapnya pada sang adik.

Film bergerak kembali maju ke masa depan. Laurie datang untuk meminta maaf pada Amy atas perilakunya di pesta. Kemudian, Laurie mengungkapkan bahwa ia ingin menikahi Amy dan tak ingin Amy menikah dengan Fred. Mendengar hal ini, Amy menjadi kesal karena ia selalu menjadi pilihan kedua setelah Jo, termasuk bagi Laurie. Meski begitu, Amy diam-diam menolak lamaran Fred. Tapi ia terkejut ketika mengetahui Laurie telah pergi ke London.

Sementara itu, ketika Jo pulang ke rumah, ia menemukan bahwa kondisi Beth memprihatinkan. Ia teringat bahwa Beth pernah mengidap sakit yang sama saat ia kecil, tetapi sembuh tak lama kemudian. Kali ini, kondisi Beth semakin memburuk, dan gadis kecil itu pun akhirnya meninggal.

Kembali ke masa lalu. Meg yang semakin dekat dengan John akhirnya memutuskan untuk menikahinya. Saat Jo mengajaknya untuk mengejar impian mereka, Meg mengatakan bahwa inilah mimpi yang ia inginkan. Jo lalu mendapati bahwa Aunt March memutuskan untuk mengajak Amy alih-alih dirinya untuk pergi ke Eropa.

Setelah pesta, Laurie mengajak bicara Jo dan mengatakan bahwa ia selama ini sebenarnya memendam rasa suka pada Jo. Jo menolak dengan mengatakan bahwa mereka tak cocok untuk satu sama lain.

Kembali ke masa sekarang, Amy segera pulang ketika mengetahui bahwa Beth meninggal dunia. Dalam perjalanan pulang, Amy bertemu dengan Laurie dan memberitahunya bahwa ia telah menolak lamaran Fred. Keduanya pun resmi menjalin hubungan.

Di saat yang sama, Jo mempertanyakan ulang perasaannya pada Laurie dan mengirim surat pada pria itu untuk mengetahui apakah ia masih merasakan hal yang sama. Tapi, setelah mengetahui bahwa Laurie telah bertunangan dengan Amy, Jo mengurungkan niatnya.

Jo dan Laurie sepakat untuk tetap menjadi teman di sisa hidup mereka. Sementara itu, Friedrich sempat singgah ke rumah keluarga March dalam perjalanannya ke California.

Segala peristiwa yang terjadi dalam hidupnya kemudian mendorong Jo untuk menuliskannya dalam sebuah buku. Ia menyerahkan naskah buku itu pada Mr. Dashwood.

Meski awalnya Mr. Dashwood menolak, setelah putrinya membaca buku Jo dan kelihatan tertarik, Mr. Dashwood pun setuju untuk menerbitkan buku Jo dengan syarat ia harus mengganti bagian akhirnya agar lebih bahagia dan sesuai dengan selera pasar. Jo sepakat dan kemudian merundingkan tentang royalti dan hak cipta dari buku itu dengan Mr. Dashwood.

Cerita Jo akhirnya ditutup dengan karakter utama dalam buku itu, yang sebenarnya menggambarkan dirinya sendiri, mengejar Friedrich ke stasiun kereta.

Di akhir film, diceritakan bahwa Aunt March mewariskan rumahnya pada Jo yang kemudian dialihfungsikan oleh Jo sebagai sebuah sekolah, tempat saudari-saudarinya dan Friedrich mengajar. Jo sendiri nampak puas ketika tulisannya yang berjudul Little Women akhirnya diterbitkan dalam bentuk buku.

Itulah tadi sinopsis lengkap dari Little Women.

Little Women adalah film yang menggugah lewat tema emansipasi wanita yang diangkatnya. Hubungan antara para tokohnya juga menarik untuk diikuti. Jadi, tertarik untuk menonton film ini?

Sumber gambar: Sony Pictures

What do you think?

100 points
Upvote Downvote

Written by Adelia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Film Toy Story 4, Lanjutan Kisah Woody dan Kawan-Kawan Mainannya

Review Sinopsis Film Joker (2019), Awal Kehidupan Pahit Penjahat Legendaris