Drama Moorim School Episode 2 Bagian Kedua

12 min


0
12 shares

Semua Dok Gambar : KBS 2TV, Korea Selatan

Baca : Sinopsis Moorim School Drama Korea  Episode 2 Bagian Pertama

Buat teman2 menantikan Sinopsis Moorim School Drama Korea  Episode 2 Bagian Kedua, berikut ulasannya :

Di ruang latihan ilmu bela diri, Sun A  gugup melihat Shi Woo yang datang. Pelatih Daniel  meminta para anak murid untuk fokus latihan. Setelah latihan, Shi Woo menghampiri Sun A.

Shi Woo, ”Itu kamu, kan ? Kamu yang menyelamatkan aku di konser. Kenapa kamu lakukan itu ?”.

Kembali ke masa lalu, saat Sun A menolong Shi Woo. Saat itu, Sun A menyuruh Shi Woo untuk masuk ke institut Moorim , dan dekan Hwang bisa menyembuhkan permalasahan pendengaran Shi Woo.

Kembali ke masa sekarang.

Sun A, ”Ah itu ?. Dia dekan dari sekolah kita. Kamu melihatnya kemarin kan”.

Sun A menyinggung institut Moorim yang memiliki udara yang segar serta restoran yang bagus.

Sun Ah,” Yah, selamat datang ke Moorim Institut”.

Sun A mengulurkan tangannya untuk menyambut Shi Woo namun Shi Woo masih bersikap cuek. Sejenak tokoh Kim Dae-Ho (diperankan oleh Jung Hee-Tae) memandangi pembicaraan antara Sun A serta Shi Woo. Shi Woo pun berbicara dengan Kim Dae Ho.

Kim Dae Ho, ”Apa kamu suka sekolahnya ?”.

Shi Woo, ”Tidak, Aku juga belum tahu”.

Kim Dae Ho tahu Shi Woo datang ke Moorim karena ada sebuah alasan. Namun Dae Ho sendiri belum bisa memastikan alasan Shi Woo itu.

Dae Ho,” Dalam beberapa kasus, kamu merahasiakan sesuatu. Itulah kamu datang ke sini, Yoon Shi Woo?. Apakah alasanmu ?”.

Dae Ho bertanya apakah alasan sesungguhnya Shi Woo datang ke sekolah Moorim.  Shi Woo tak ingin memberitahukan hal itu, dan Shi Woo tetap tak ingin memberitahukan hal itu. Dae Ho menjadi marah mendengar ungkapan Shi Woo itu. Disisi lain, di China ayah Chi Ang sedang mempersiapkan dirinya untuk melakukan perjalanan ke Korea.

Sejenak, ayah Chi Ang bertanya tentang kondisi kesehatan seorang pria, apakah pria itu bisa sadar dari komanya.

Anak Buah ayah Chia Ang, ”Saya diberitahukan bahwa kesempatannya sangat rendah”.

Ayah Chi Ang menyuruh anak buahnya itu mengawasi pria tersebut.

Ayah Chi Ang, ”Jika sesuatu terjadi, cepat laporkan kesaya”.

Dan muncullah sosok seorang pria yang terbujur koma disalah satu rumah sakit di Cina. Kemudian Dekan Hwang datang sebuah tempat yang terlihat semacam penjara.

Chi Ang, ”Kemana perginya Ariel setelah latihan ?”.

Chi Ang mencari Ariel, dan menemukan Ariel sedang memotong ikan. Ariel ini nama lain dari tokoh Soon Duk, mimin sebut saja Soon Duk.

Chi Ang, ”Saat kamu seorang putri laut, bagaimana bisa kamu melakukan itu kepada teman2 ikanmu ?”.

Soon Duk tak suka dengan cara Chi Ang memanggilnya.

Soon Duk, ”Apapun itu Ariel atau Cereal. Namaku adalah Soon Duk”.

Chi Ang memuji kecantikan Soon yang terlihat semakin cantik bila marah. Kepala Soon Duk terasa sakit saat mendengar pujian dari Chi Ang itu. Soon Duk menjelaskan ada banyak kegiatan yang harus dilakukannya dalam sehari.

Soon Duk, ”Jadi berhenti mengganguku dan pergilah”.

Chi Ang langsung memegang tangan Soon Duk dan melarangnya memasak.

Chi Ang, ”Saya akan meminta ayahku untuk menyiapkan masakan dan petugas di sekolah ini. Kamu hanya bisa fokus terhadap belajarmu”.

Soon Duk tak suka dengan perlakuan Chi Ang itu, lalu Soon Duk melepaskan tangan Chi Ang. Chia Ang terang2-an mengaku semakin suka sama Soon Duk. Soon Duk marah mendengarnya dan menyuruh Chi Ang untuk pergi dari dapur.

Chi Ang  kemudian mendatangi kamarnya. Di kamar Shi Woo hanya bisa merenungkan nasibnya di industri hiburan korea. Shi Woo bertanya tentang Soon Duk ke Chi Ang, sembari mengatai Soon Duk seperti ayam.

Chi Ang, ”Beraninya kamu bila Arielku terlihat seperti seekor ayam ?”.

Shi Woo, ”ngomong, apa kamu tahu cara menghubungi dia ?”.

Karena Chi Ang tak tahu cara menghubungi Soon Duk, Shi Woo menyuruh Chi Ang untuk pergi.

Chi Ang, ”Saya sudah naksir sama dia (merujuk ke Soon Duk)”.

Kemudian Shi Woo hanya cuek mendengarnya lalu tidur.

—-

Siswa2 Moorim pun makan pagi.

Choi Ho, ”Yoo Shin Woo tak sehebat itu saat saya melihatnya pagi ini”.

Dang Goo tak yakin bila Chi Ang serta Shi Woo benar2 sudah diterima di Moorim. Choi Ho yakin Chi Ang hanya akan menangis selama berada di Moorim.

Nadet,” Ngomong2, kapan upacara penerimaanya ?”.

Yub Jung (diperankan oleh Alexander) menjelaskan upacara penerimaan hanya akan dilakukan bila Chi Ang serta Shi Woo dapat bertahan selama seminggu di Moorim.

Yub Jung, ”Segel tidak bisa dengan mudah tak terkunci seperti itu”.

Ko Sang-Man bertanya apakah Shi Woo yang membuat segel di sekolah menjadi tak terkunci.

Yub Jung, ”Yoon Shi Woo tak ada bedanya”. Yub Jung berjanji akan membuat Chi Ang serta Shi Woo menangis selama berada di Moorim dan kembali ke rumah mereka layaknya seorang bayi.

Kemudian Shi Woo, Chi Ang, Soon Duk, serta beberapa temannya masuk kedalam kelas memasak guru Dae Ho. Guru Dae Ho menjelaskan pentingnya makanan yang dimakan oleh seseorang.

Dae Ho, ”Menu hari adalah gorengan”.

Chi Ang jengkel harus satu tim dengan Shi Woo. Guru Dae Ho menyuruh para siswanya untuk memasak masakan gorengan dengan bumbu yang berbeda, serta bahan dasar yang berbeda.

Dae Ho,”Selama proses itu, kalian belajar bagaimana bekerja sama dan menjadi seorang kreatif”. Melihat hasil potongan Shi Woo, guru Dae Ho sedikit memujinya.

Kemudian Dae Ho menghampiri Chi Ang, Dae Ho,”Kamu tidak akan melakukan apapun ?”.

Chi Ang mengelak,” Bukannya merasakan makan lebih penting daripada prosesnya?”.

Kemudian guru Dae Ho mengambil adonan dan menyuruh Chi Ang mengaduk makanan.

Disisi lain, Yub Jung yang emosi melihat Chi Ang dan Shi Woo sudah merencanakan rencana jahat agar keduanya keluar dari Moorim. Yub Jung menaruh banyak es batu di adonannya. Kemudian Yub Jung memberikan adonan itu kepada Chi Ang.

Saat Shin Woo meminta adonan, Chi Ang pun memberikannya. Saat hendak menggoreng, tiba2 saja kompor mengeluarkan api yang besar. Shi Woo menjadi takut melihat api itu. Tak lama telinga Shi Woo kembali berdenging. Perasaan Shi Woo kembali menjadi kacau.

Adonan keluar dari panci. Untungnya Sun Ah dan teman2nya berhasil menggunakan seni bela diri untuk mengendalikan adonan panas yang keluar dari kompor. Tak lama, minyak panas keluar dari wajan dan hendak menimpa Shi Woo.

Untunglah Sun Ah berhasil melindungi tubuh Shi Woo dengan kain.

Sun A, ”Kamu baik2 saja ?”.

Guru Dae Ho juga melindungi Chi Ang dengan menaruh wajan ke mukanya. Setelah bunyi berdesing di telinga Shi Woo berhenti, dia menghampiri Chi Ang.

Shi Woo menuduh Chi Ang sengaja menaruh es kedalam adonan tersebut. Shi Woo marah besar ke Chi Ang. Dae Ho menyuruh keduanya untuk berhenti. Yub Jung hanya tertawa melihat Shi Woo dan Chi Ang bertengkar.

Kemudian Dae Ho bertemu dengan Dekan Hwang, Bubgong, serta guru Daniel. Dae Ho ingin Chi Ang serta Shi Woo segera dikeluarkan dari Moorim.

Daniel, ”Tidak boleh terlalu cepat membuat keputusan itu. Kenapa kita tak menunggu dan melihat ?”.

Yoo Di setuju dengan pendapat Daniel. Kemudin Sun A bertemu dengan ayahnya Dekan Hwang. Sun A meminta ayah untuk bisa menyembuhkan telinga Shi Woo.

Sun A, ”Tolonglah. Tolonglah selamatkan Shi Wooku”.

Sun A menjelaskan Shi Woo adalah sosok berbeda dari orang kebanyakan. Sun A menjelaskan Shi Woo mampu menghentikan lampu panggung yang jatuh di panggung.

Sun A, ”Itu benar, Saya melihatnya sendiri”. Dekan Hwang sedikit kaget mendengar penjelasan Sun A itu.

Kemudian kelas di sekolah Moorim kembali dilaksanakan. Semua murid duduk di sebuah ruang kelas. Chi Ang masuk ke  dalam kelas dengan penuh semangat, karena melihat ada Soon Duk.

Chi Ang mendorong Sun A dan duduk disamping Soon Duk. Chi Ang memanggil sebutan Soon Duk yakni Ariel. Soon Duk,”Shhh, Ini lagi waktunya meditasi. Kendalikan pikiranmu”.

Tak lama Shi Woo masuk muncul di depan kelas meminta Soon Duk menemuinya sehabis kelas. Kemudian Shi Woo duduk meditasi di samping Sun A. Sejenak Shi Woo memandangi Sun Ah. Shin Woo mengucapkan terima kasih sudah menolongnya di dapur tadi. Sebaliknya Chi Ang bertanya ke Soon  Duk mengapa Shin Woo ingin bertemu dengannya.

Soon Duk tak ingin menjawab dan langsung bermeditasi. Tak lama guru Babgong masuk ke dalam kelas. Dekan Hwang di ruangannya sedang merenung. Dekan Hwang merenungkan tentang perkataan Dae Ho kepadanya.

Kembali ke masa lalu saat Dae Ho berbicara kepada Dekan Hwang.

Dae Ho,”Saya berbicara tentang kamu yang menerima Yoon Shi Woo dan Wang Chi Ang, apakah ini karena segel itu ?”.

Dae Ho menduga apakah Chi Ang dan Shi Woo bisa membuka segel di sekolah Moorim. Dekan Hwang,”Saya hanya bisa berharap instingku dan kepercayaanku tidak salah”.

Kembali ke masa sekarang dimana Shi Woo sedang melakukan meditasi. Babgong menjelaskan dasar dari meditasi adalah bisa melihat lebih kedalam diri sendiri. Babgong menyuruh para siswanya untuk merasakan energi yang berada dari sekitar mereka.

Babgong menyuruh muridnya menarik nafas dalam lalu mengeluarkannnya. Babgong, ”Inilah bagaimana cara kamu menerima energi kehidupan”. Sang Man malah tertidur, dan guru Babgong membangunkannya. Babgong,”Bisakah kamu melihat gawang yang ingin kamu atasi ?”.

Shannon mengaku melihat sebuah ayam dalam meditasinya, dan membuat murid lain tertawa. Lalu Babgong menjawab  apa yang dilihat oleh Sun Ah dalam meditasinya.

Sun Ah, ”beberapa macam api. Saya bisa merasakan panasnya”.

Sebaliknya Shi Woo menjadi keringatan. Shi Woo melihat seorang anak dalam meditasinya, yang berada disebuah rumah terbakar. Anak itu pergi sambil menangis, dan ada seorang wanita yang terbujur kaku di rumah terbakar itu. Apakah itu masa kecil Shi Woo atau bukan, belum bisa dipastikan.

Kembali ke masa sekarang, guru Babgong bertanya apa yang dilihat oleh Shi Woo. Shi Woo terbangun sembari menghela nafas. Shi Woo, ”Tidak. Saya tak melihat apapun”.

Babgong menyuruh Shi Woo untuk mengenali dirinya lebih dulu. Tak lama Chi Ang angkat tangan dan mengaku melihat penjahat. Chi Ang, ”Saya akan meninggalkan seorang gadis dan berlari, jika saya berada disana”. Para murid tersenyum saat Chi Ang berkata seperti itu.

Di ruangan ayah Chi Ang, ayah Chi Ang membuka brankasnya dan melihat sebuah perhiasan. Kemudian ibu Chi Ang bertemu dengan ayah serta ibu Soon Duk.

Ibu Chi Ang berterima kasih atas bantuan yang sudah diberikan oleh Soon Duk buat Chi Ang, dan ibu Chi Ang hendak memberikan sejumlah uang. Namun ayah Soon Duk menolaknya.

Ayah Soon Duk, ”tolong bawa ini kembali”.

Saat ibu Chi Ang keluar dari rumah Soon Duk. Ibu Soon Duk mengingat sejenak seperti pernah melihat ibu Ciang Ang. Namun Ibu Chi Ang menampiknya lalu pergi.

Ibu Soon Duk, ”Namun demikian, Saya akan membantu Soon Duk menikah dengan anak kaya itu”. Ibu Soon Duk berharap anaknya bisa menikah dengan Chi Ang, dan hidup nyaman. Setelah kelas meditasi berakhir, semua murid keluar.

Chi Ang mulai menggoda Soon Duk. Chi Ang merasa mengantuk di kelas meditasi, namun karena Soon Duk duduk disampingnya Chi Ang merasa terbantu. Namun Soon Duk hanya bersikap cuek dengan rayuan Chi Ang.

Chin Ang,”Kamu jadi marah karena Saya bila kamu terlihat lebih cantik lagi, huh ?”.

Soon Duk,”Chi Ang saya tidak datang kesini hanya untuk senang. Jadi biarkan saya sendiri”.

Kemudian Soon Duk pergi, dan Chi Ang mengejar Soon Duk. Saat Chi Ang hendak pergi, Sun Ah mengancam Chi Ang. Sun A, ”Jika kamu berurusan dengan Shi Woo lagi. Saya tidak akan membiarkanmu”. Shi Woo kembali ke kamarnya dan mengambil bajunya.

Shi Woo teringat perkataan dekan Hwang. Dekan Hwang tak menjamin Shi Woo akan sembuh jika berada di Moorim. Namun jika Shi Woo bisa melatih dirinya maka keadaannya bisa lebih baik.

Setelah kelas meditasi, Soon Duk dan Sun Ah berlatih seni bela diri. Chi Ang kagum dengan kehebatan bela diri Soon Duk. Tak lama Shi Woo datang dan melihat Sun Duk serta Sun Ah latihan. Sun Ah sempat kalah dari Soon Suk.

Chi Ang terkagum dengan kehebatan Soon Duk dalam bela diri. Chi Ang hendak mendekati Soon Duk. Namun Yub Jung melarang.

Yub Jung, ”Ini bukan kelas buat pemula seperti kalian. Ini bukan buat idol tak berguna”.

Yub Jung menyuruh Chi Ang serta Shi Woo untuk masuk ke kelas pemula dan jangan mengganggu dikelasnya. Chi Ang tak terima perkataan Yub Jung itu.

Chi Ang, ”Kamu disini karena uang ayahku”.

Yub Jung, ”Jika kamu ingin tunjukkan uangmu cari tempat lain”.

Yub Jung menegaskan Moorim bukanlah tempat buat orang2 yang ingin memperlihatkan uangnya, atau orang yang hanya ingin menghabiskan waktu.

Chi Ang, ”Saya juga tak senang berada di gunung ini dan belajar bela diri. Saya disini karena aku tak punya pilihan”.

Yub Jung menyuruh Chi Ang untuk pergi dari Moorim. Sun Ah melerai. Sun A, ”Sekolah kami yang adalah bagian dari gunung ini mungkin terlihat menyedihkan bagimu. Kamu semua disini dengan mimpi dan impian kami”.

Sun A tahu perkataan Yub Jung kasar. Namun Sun Ah menegaskan Chi Ang serta Shi Woo tak cukup mumpuni untuk masuk ke kelas bela diri.

Sun A, ”Pergi dan ambil kelas berbeda. Lakukan itu”.

Shi Woo lalu mengambil tongkat dan ingin memperlihatkan bahwa dia bisa masuk kelas bela diri tersebut. Sun A tak ingin Shi Woo terluka, apalagi Shi Woo belum pernah mendapatkan pelatihan dasar.

Kemudian Shi Woo memperlihatkan kemampuannya bermain tongkat, Shi Woo, ”Sesuatu seperti ini ?”. Yub Jung meledek, Yub Jung, ”Ayunkan ini beberapa kali di video musikmu dan kamu berpikir kamu master dalam hal itu ?”.

Tak lama Chi Ang mengaku juga jago dalam seni bela diri. Agar Chi Ang dan Shi Woo bisa diterima di kelas bela diri. Yub Jung menantang keduanya untuk saling bertarung memperlihatkan keahlian mereka.

Yub Jung, ”Apakah mereka sungguh memenuhi syarat untuk masuk di sekolah kita ? Dapatkah siapapun bisa masuk ke sekolah kita ? Apa kalian pikir ini tidak adil ?”.

Yub Jung menantang keduanya.

Shi Woo, ”Pemenang tinggal dan pecundang pergi ? Apakah seperti itu ?”.

Chi Ang, ”Wang Chi Ang akan tingal dan Yoon Shi Woo akan pergi”.

Yub Jung malah senang bila Chi Ang serta Shi Woo keluar dari sekolah Moorim. Yub Jung, ”Namun hari ini, Saya cukup puas bila salah satu diantara kalian pergi”. Soon Duk,”jangan lakukan itu. Dia memancingmu”.

Shi Woo langsung masuk ke arena bertanding, dan menantang Chi Ang. Chi Ang pun tak takut, Chi Ang, ”Maaf Ariel, Saya tak bisa mendengarmu kali ini”.

Yub Jung hanya tersenyum ketika melihat keduanya akan bertarung. Shi Woo pun memandangi Chi Ang yang berdiri di hadapannya. Kemudian Shi Woo mengambil kuda2 demikian pula Chi Ang. Kemudian keduanya pun bertarung.

Para murid sempat terkagum saat melihat ketangkasan mereka bertarung. Dan Sinopsis Moorim School Drama Korea  Episode 2 Bagian Kedua ini selesai.

baca: Sinopsis Moorim School Episode 1-16 Lengkap


Like it? Share with your friends!

0
12 shares
Sinopsistamura
Sinopsistamura.com menyuguhkan informasi dan update seputar dunia entertainment. Dikelola oleh tim Sinopsis Tamura.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *